Kepemilikan Rusunawa Beralih ke IAIN Sultan Amai Gorontalo

Upaya peralihan status kepemilikan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang begitu lama dan penuh dengan perjuangan kini berbuah hasil. Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) sultan Amai Gorontalo, Dr. Lahaji, M.Ag, akhirnya menandatangani Berita Acara Serah Terima dan Naskah Perjanjian Hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu,  20 Februari 2019,

Dengan serah terima yang  diprakarsai oleh  Kementerian Agama (kemenag) RI itu maka tanggungjawab dan pengelolaan Rusunawa yang dibangun diatas lahan kampus sejak tahun 2008, sah secara Dokumen beralih ke IAIN SUltan Amai Gorontalo. “Selanjutnya dengan penyerahan status, otomatis pemeliharaan dan perbaikan fasilitas akan kita alokasikan melalui anggaran pemeliharaan IAIN Sultan Amai Gorontalo” kata Rektor sebagaimana yang dikutip oleh Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan, Sulam, S.Pd.

IAIN Sultan Amai Gorontalo satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di lingkungan Kemneterian Agama RI yang mampu menyelesaikan peralihan status Rusunawa menjadi Asset Barang Milik Negara atas nama Kementerian Agama RI.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, menjelaskan bahwa program perumahan merupakan salah satu program pemerintah yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, Kementerian PUPR berharap aset yang diserahterimakan ini dapat segera dikelola dan dimanfaatkan oleh para penerima bantuan.

“Jumlah aset perumahan Kementerian PUPR yang diserahkan kali ini berjumlah Rp1,1 triliun. Ini jumlah aset yang sangat luar biasa, jadi aset ini harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar dia saat memberi sambutan.

Khalawi menambahkan, sejumlah bantuan Rusunawa untuk para santri dan mahasiswa ke depan akan tetap dilaksanakan Kementerian PUPR. Hal itu untuk melatih generasi muda Indonesia di masa depan terbiasa tinggal di hunian vertikal.

“Presiden menekankan disinilah wujud nyata negara hadir untuk membentuk karakter bangsa dimulai dari santri dan mahasiswa dengan tinggal di hunian vertikal yang layak,” terangnya.

Menurutnya, pembangunan Rusunawa juga berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Jika sebelumnya para santri harus berdesak-desakan tinggal di asrama dan mahasiswa tinggal di kos-kosan yang seadanya, maka kini mereka bisa tinggal lebih layak dan lebih bersemangat menuntut ilmu di Rusunawa yang dibangun pemerintah.

“Pemerintah membangun Rusunawa sekarang lengkap dengan mebel. Jadi, mereka yang tinggal di Rusunawa tinggal menempati saja. Adik-adik generasi bangsa Indonesia masa depan juga bisa tinggal di Rusunawa dan dapat mengikuti pendidikan dengan nyaman dan lebih baik. Tentu hasilnya akan lebih baik,” harapnya.

Lebih lanjut, Khalawi menambahkan, pemerintah bersama pemda juga terus mendorong pembangunan rusus untuk nelayan yang ada di pulau, petugas kesehatan, suster perawat, serta dokter yang ada di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar.

“Jika mereka tinggal di rumah yang layak huni, tentu mereka bisa melayani masyarakat dengan baik,” pungkasnya.