Mahasantriwati Antusias Mengikuti Program Seni Bela Diri

Para Srikandi Ma’had al-Jami’ah

Program seni beladiri merupakan program ekstra yang diadakan oleh Ma’had al-Jami’ah dengan melihat kondisi di lapangan di mana banyak kejadian yang mengganggu keamanan terhadap perempuan, khususnya sekitaran kampus 1 yang berlokasi di Kota Gorontalo dan Kampus 2 yang berlokasi di Limboto Barat. Melihat kondisi seperti ini, maka terbentuklah program seni bela diri. Program ini bekerjasama dengan pencak silat dan Prana Sakti. Terlepas karena kebutuhan situasional, program ini juga akan berguna di masa yang akan datang. Perempuan dapat melindungi dirinya dengan mampu membentengi diri dengan keahlian bela diri yang telah dipelajarinya selama di Ma’had al-Jami’ah.

Di kalangan masyarakat, mahasantri terkenal dengan sekumpulan wanita yang kesehariannya melakukan kegiatan yang menyibukkan diri dalam urusan keagamaan, seperti pembelajaran penambahan ilmu agama dan kajian-kajian agama yang sering diikuti. Masyarakat perlu tau juga bahwa dalam program mahasantri terdapat 1 program yang berperan penting dalam kehidupan mahasantri itu sendri. Sebagai mahluk yang taat agama, tentu saja mereka tidak harus selalu dilindungi oleh kaum laki-laki apalagi yang bukan mahromnya. Maka dari itu dibuat 1 program yang dapat membantu para mhasantri untuk bisa menjaga dirinya disaat-saat tertentu yang dapat membahayakannya. Yaitu program beladiri. Program ini bukan hanya dikhususkan untuk laki-laki tapi juga untuk perempuan. Beladiri yang di programkan adalah pencak silat PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) tidak hanya bergerak dalam pembinaan lahiriah saja tetapi juga bergerak dalam bidang rohaniah dan kemasyarakatan. PSHT berintikan seni olahraga yang mengandung unsur pembelaan diri untuk mempertahankan kehormatan, keselamatan dan kebahagiaan dari kebenaran terhadap setiap penyerang. Dengan adanya program ini dapat membantu mahasantri ketika berada dilingkungan yang mendesaknya, “ ujar Jumiati J. Nggoli dari Prodi PIAUD selaku pelatih Pencak Silat PSHT.

Yuni Indak dari Prodi PIAUD yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias mengikuti pelatihan setiap minggunya. Menurutnya, “Kebanyakan para remaja sekarang banyak yang mengalami tindak kekerasan apalagi para wanita. Jika kita tidak memiliki pertahanan yang kuat, kita akan terus menjadi kelinci percobaan atau korban penindasan secara terus-menerus. Untuk itu, betapa pentingnya kita harus memiliki benteng pertahanan untuk melindungi diri kita dari orang-orang yang suka melakukan kejahatan. Dengan apa yang bisa kita lakukan untuk bisa memiliki benteng tersebut? Yah,  pastinya dengan mengikuti bebagai macam latihan yang bisa memabntu memberikan kita pertahanan untuk menjaga diri seperti pada gambar bisa mengikuti pencak silat dan juga masih banyak lagi kegiatan bela diri yang bisa diikuti yang dapat membangun pertahanan-pertahanan dalam diri kita. Dengan mengikuti pelatihan pencak silat disitu banyak diajarkan bebagai macam cara bagaimna melindungi diri dari musuh. Jadi, segera buruan ikuti latihan silat agar terlindung dari para pelaku kejahatan.”

Diadakan di lokasi kampus 2 pada Minggu sore dan Kampus 1 pada malam Jum’at.  Diharapkan melalui program ini, mahasantriwati mampu melindungi diri dan menggunakan keahliannya untuk kebaikan. Menebar ilmu serta melindungi yang lemah dan tertindas.